Senin, 23 April 2012

Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul-Khairat

SEJARAH BERDIRINYA
PONDOK PESANTREN DARUL-KHAIRAT

Era globalisasi Dalam kehidupan manusia antara lain di tandai dengan derasnya arus informasi  dan kemajuan teknologi Yang sulit di bendung. Di sisi lain, globalisasi berakibat antara lain longgarnya nilai-nilai agama/moral yang dapat mengancam perkembangan generasi muda. Hal ini merupakan proses perkembangan zaman yang menakutkan bagi sebagian besar orang tua. Oleh karena itu, masyarakat sei bangkong merasa terpanggil untuk menyelamatkan generas mudanya dari pengaruh negative globali sasi. Solusi tersebut berupa keinginan adanya sebuah lembaga pendidikan umum sekaligus pendidikan keagamaan yakni madrasah pondok pesantren.
Keinginan masyarakat tersebut di respon positif oleh seorang alumni Ma’had Aly Darul-Mustofa Tarim, hadramaut, Yaman, Drs. H. SUAIDI MASTUR. Untuk itu beliau mendirikan sebuah lembaga pendidkan keagamaan yang di sebut  PONDOK PESANTREN DARUL-KHAIRAT. Momen tersebur tercatat pada 17 Rabi’ul Awal 1419 H bertepatan dengan 12 Juni 1998 M.
Drs. H. SUAIDI MASTUR adalah seorang pemuda kelahiran Madura yang lahir pada 3 Maret 1965 di desa Tlangoh Keamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan , Jawa Timur. Beliau adalah salah seorang putra dari kiai Mastur Bahri, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Dasuki, Bangkalan, Jawa Timur, Suaidi Krcil mendapat bimbingan keagamaan langsung dari kedua orang tuanya. Ketika berusia 6 tahun, suaidi mastur SD di desanya. Setelah tamat dari SD melanjutkan pendidikannya ke Pondok  Nurul-Kholil, Bangkalan selama 6 tahun sambil sekolah di MTs N dan MAN Bangkalan. Setelah itu, Beliau melanjutkan pendidkan  ke fakultas Syari’ah, jurusan Muamalat Jinayat IAIN Sunan Ampel, Surabaya.
Setelah selesai belajar di IAIN pada 1992, beliau di ajak merantau ke Pontianak oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul-Kholil, Kiai Zubair Muntashor. Di sini lah bertemu jodoh dengan seorang gadis Pontianak, Sri Wahyuni, Putri dari Pengasuhan susu sapi, M. Djani Aspari. Setelah mempunyai seorang anak, Drs. H. SUAIDI MASTUR di tawari untuk melanjutkan Pendidikan ke Timur Tengah. Lembaga Pendidkan yang di pilih adalah Ma’had  Aly Darul-Mustofa, Tarim , Hadramaut, Yaman
Setelah belajar selama 1 tahun 7 bulan, beliau kembali ke Indonesia. Kepulangannya ini di sambut oleh masyarakat dengan memintanya mengamalkan ilmu-ilmu yang telah diperolehnya selama ini dengan mendirkan Pondok Pesantren. Gayung pun bersambut, keinginan Masyarakat tesebut direspon dengan baik oleh Drs. H. SUAIDI MASTUR. Beliau pun mendirikan Pondok Pesantren yang di beri nama DARUL-KHAIRAT. Peristiwa monumental tercatat pada tanggal 17 Rabi’ul Awal 1419 H, bertepatan dengan tanggal 12 Juni 1998.
Pada awal berdiri, jumlah santri yang belajar di Pondok Pesantren Darul-Khairat hanya 6 orang yang berasal dari sekitar  Pondok Pesantren. Materi yang di berikan hanya belajar mengaji Al-Quran. Sekarang Pondok Pesantren ini telah berkembang, santri yang belajar bukan hanya di daerah kota Pontianak saja, tapi ada juga yang datang dari kota-kota lain di Kalimantan barat. Sehingga lembaga pendidkan yang di dirikan pun ikut berkembang. Dari semula hanya pengajian Al-Quran, kini telah memiliki berbagai macam pendidikan, yaitu Taman Pendidikan Al-Quran, Madrasah Diniyah  (Awwaliyah, Wustho, dan Ulyah), Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah ‘Aliah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar